Melakukan apa yang dikatakan

Standar

 Sahabat,

Sekali peristiwa Sang Guru Sejati mengajarkan demikian:

“Banyak orang yang mengajarkan tentang kebenaran dan aneka kesalehan, akan tetapi mereka tidak melaksanakannya. Mereka hanya bisa mengajarkan tetapi tidak bisa melaksanakan. Mereka mengikat beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi merka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang.”

Sahabat,

Ada pepatah Jawa mengungkapkan: Gajah Diblangkoni, Isa Khotbah Ora Isa Nglakoni. Artinya, seseorang hanya bisa berkhotbah, mengajarkan hal-hal yang baik, tetapi tidak bisa melaksanakannya. Pepatah ini sesuai dengan apa yang diajarkan Sang Guru Sejati kepada para muridnya. Sang Guru Sejati mengkritik bagaimana banyak orang hanya bisa mengajarkan tentang kebenaran kepada orang lain, namun mereka sendiri tidak melaksanakannya dalam hidup. Atau kalaupun mereka melaksanakannya, hanya dimaksud supaya dilihat orang lain.

Sebagai umat beriman, kita diharapkan mampu menyeimbangkan antara perkataan dengan perbuatan. Kita juga diharapkan mampu memberikan teladan dalam kebaikan, bukan hanya mampu mengajarkan. Orangtua diharapkan mampu menjadi teladan bagi anak-anaknya, yang melakukan apa yang mereka ajarkan. Seorang guru diharapkan memberi teladan bagi para murid-muridnya, tak hanya mengajarkan. Seorang pemimpin semestinya pun tak hanya mengarahkan bawahannya, tapi juga melakukan apa yang mereka perintahkan.

Sahabat,

Mari kita senantiasa menanamkan semangat sebagaimana diajarkan Sang Guru Sejati. Jangan sampai kita bisa berbicara tentang kebaikan, tapi tingkah laku kita tak mencerminkan kebaikan. Apapun profesi Anda dan berapapun usia Anda, Anda diundang mempunyai keutamaan ini.

++++

Stepanus Sigit Pranoto SCJ

*Bagi Anda yang tinggal di Palembang, renungan dapat Anda dengarkan di Radio Sonora Palembang 102.6 FM setiap pagi Pkl. 06.00 wib.

Iklan

About Sigit Pranoto SCJ

Saya adalah seorang imam-biarawan dalam Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus (SCJ). Saya terlahir pada 23 Mei 1986 di sebuah desa transmigrasi bernama Marga Agung, Lampung Selatan. Saya mengikrarkan kaul pertama dalam Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus (SCJ) pada 1 Agustus 2007 dan kaul kekal pada 1 Agustus 2012. Pada 24 Januari 2016 saya menerima Tahbisan Diakon dari tangan Mgr Yohanes Harun Yuwono, Uskup Tanjungkarang di Kapel Seminari St Paulus Palembang. Dan pada 11 Agustus 2016, bersama tiga rekan lainnya, saya ditahbiskan menjadi imam oleh uskup yang sama di Gereja Paroki St Andreas Rasul Marga Agung, Keuskupan Tanjungkarang. Saat ini saya bertugas Komisi Komunikasi Sosial (KOMSOS) Keuskupan Agung Palembang sejak Juli 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s